Sabtu, 02 Maret 2013

5 Cara Sederhana Meningkatkan Kecerdasan Anda

kecerdasan

Otak anda membutuhkan latihan layaknya otot. Jika anda sering menggunakannya dan dengan cara yang tepat, anda akan menjadi seorang pemikir yang terampil dan juga akan meningkatkan kemampuan anda untuk lebih berkonsentrasi. Tetapi jika anda tidak pernah menggunakan otak anda, atau menyalahgunakannya dengan bahan kimia berbahaya, kemampuan anda untuk berpikir dan belajar akan memburuk.
Berikut adalah 5 cara sederhana jika anda ingin lebih produktif :
1. Minimalkan Waktu Menonton Televisi
Ini adalah kebiasaan yang cukup sulit untuk dirubah. Orang-orang cukup suka berdiam di depan televisi. Masalahnya adalah menonton televisi tidak melatih kapasitas mental anda atau memungkinkan untuk mengisi ulang baterai anda. Ini seperti memiliki energi yang tersedot keluar namun kita tidak memperoleh manfaatnya. Tidakkah anda merasa terkuras setelah beberapa jam menonton televisi? Mata anda sakit dan lelah karena terfokus pada kotak cahaya untuk waktu yang cukup lama. Anda bahkan tidak punya energi untuk membaca buku.
Ketika anda merasa santai, cobalah membaca buku sebagai gantinya. Jika anda terlalu lelah, cobalah dengarkan musik. Ketika anda sedang bersama teman atau keluarga, tinggalkan televisi dan lakukan percakapan. Lakukan hal-hal ini dengan porsi yang lebih besar dibanding menonton televisi dan biarkan diri anda untuk lebih santai.
2. Berolahraga
Dulu saya sempat terpikir untuk belajar lebih banyak dengan tidak berolahraga dan menggunakan waktu untuk membaca buku sebagai gantinya. Tapi kemudian saya menyadari bahwa waktu yang dihabiskan untuk berolahraga selalu mengarah pada pembelajaran yang lebih besar karena meningkatkan produktivitas setelahnya. Melatih tubuh akan membersihkan otak anda dan menciptakan gelombang energi. Setelah itu, anda akan merasa segar kembali dan dapat berkonsentrasi dengan lebih mudah.
3. Baca Buku yang Menantang
Banyak orang senang membaca novel fiksi yang menegangkan, namun umumnya buku-buku semacam ini tidak merangsang mental. Jika anda ingin meningkatkan daya pikir dan kemampuan menulis, anda harus membaca buku-buku yang membuat anda fokus. Membaca novel klasik dapat mengubah pandangan anda tentang dunia dan akan membuat anda berpikir lebih tepat. Luangkan waktu anda, baca kembali bila diperlukan, dan anda akan segera terbiasa dengan gaya penulis.
Setelah anda terbiasa membaca buku-buku yang menantang, saya pikir anda akan menemukan bahwa anda tidak akan tergoda untuk kembali pada novel-novel sebelumnya. Tantangan belajar ide-ide baru jauh lebih menarik daripada ketegangan membaca novel-novel thriller.
4. Lekas untuk Tidur, Lekas untuk Bangun
Jauh lebih sulit untuk berkonsentrasi jika anda kurang tidur. Anda akan merasa segar jika anda pergi tidur lebih awal dan tidak tidur lebih dari 8 jam. Jika anda tidur sampai larut malam akan mengakibatkan anda bangun dengan lesu dan mengalami kesulitan berkonsentrasi. Dalam pengalaman saya, pagi hari adalah saat yang paling produktif. Bangun lebih awal memberikan anda jam lebih produktif dan memaksimalkan ketajaman mental anda sepanjang hari.
Jika anda memiliki kesempatan, ambil tidur siang 10-20 menit ketika anda terserang dengan gelombang rasa kantuk. Jika anda memaksakan diri akan membuat anda lesu, tetapi tidur siang singkat akan menyegarkan anda.
5. Luangkan Waktu untuk Berefleksi
Seringkali hidup kita menjadi demikian sibuknya hingga kita menjadi kewalahan, bahkan tanpa kita menyadarinya. Kita menjadi sulit untuk berkonsentrasi karena terus terganggu oleh pikiran yang mengomel. Luangkan waktu untuk menyendiri dan berefleksi, yang akan memberikan anda kesempatan mengatur pikiran dan memprioritaskan tanggung jawab anda. Setelah itu, anda akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang penting dan apa yang tidak. Hal-hal yang tidak penting tidak akan mengganggu anda lagi dan beban pikiran anda akan berkurang.
Saya tidak mengatakan anda harus duduk di lantai bersila dengan tangan membuka keatas. Apa pun yang memungkinkan dalam kesendirian untuk waktu yang lama bisa anda lakukan. Saya biasa melakukannya dengan berjalan-jalan sendirian. Lakukan percobaan untuk menemukan aktivitas refleksi yang tepat untuk anda.

7 Kebiasaan Orang yang Inovatif

 inovatif

Pernahkah anda melihat orang-orang yang sangat inovatif dan merasa mereka adalah makhluk khusus yang diberkati dengan talenta? Pernahkah anda merasa bahwa anda tidak beruntung? Dulu saya merasa seperti ini. Saya telah belajar bahwa inovasi adalah lebih tentang psikologi daripada intelektualitas, dan tidak ada rahasia untuk menjadi inovatif. Sebenarnya, tidak ada hal seperti “menjadi lebih inovatif”, anda sebetulnya sudah menjadi makhluk yang inovatif.
Saya yakin kita semua dapat mengingat saat-saat ketika kita merasa terjebak mencoba untuk melakukan hal-hal yang inovatif. Apakah anda tahu bahwa batasan ini hanya pikiran anda di tempat kerja? Pikiran anda telah menciptakan segala macam asumsi, kendala dan hambatan yang membatasi diri. Saya telah menemukan bahwa kita dapat menghapus asumsi tersebut hanya dengan berada pada saat ini, mulai melakukan, dan berhenti berpikir.
Berikut adalah tujuh kebiasaan yang ditemukan pada orang-orang yang sangat inovatif dan kreatif yang dirangkum dari buku “The Myths of Innovation” karangan Scott Berkun.
1. Kegigihan – Inovasi melibatkan lebih dari sekedar ide-ide besar. Kita membutuhkan keyakinan, kerja keras dan fokus yang tajam pada hasil akhir untuk tetap bertahan pada visi kita dalam menghadapi hambatan dan rintangan. Kita cenderung untuk melihat hasil akhir dari suatu ide yang inovatif, tapi apa yang kita tidak lihat adalah tindakan, kerja keras dan ketekunan yang ada di balik layar untuk membuat visi tersebut menjadi kenyataan.
“Penemuan adalah 1% inspirasi, 99% keringat”, -Thomas A. Edison -
2. Hilangkan Kebiasaan Membatasi Diri – Di bawah sihir hambatan/rintangan, kita merasa terbatas dan terjebak. Kita perlu membebaskan diri dari pikiran-pikiran ini dengan menghilangkan asumsi dan pembatasan. Ini adalah apa yang kita maksud ketika kita mengatakan “berpikir di luar kotak”. Dorong diri kita untuk terbuka terhadap ide-ide baru dan solusi tanpa pengaturan keyakinan yang membatasi. Ingat, inovatif adalah lebih jauh tentang psikologi daripada intelektualitas.
3. Ambil Risiko, Buatlah Kesalahan – Saya percaya bahwa sebagian alasan mengapa kita membatasi diri adalah ketakutan kita untuk gagal. Berpikirlah selalu bahwa beberapa ide memang akan gagal untuk proses pembelajaran. Buatlah banyak prototypes, uji cobakan pada orang-orang, kumpulkan umpan balik, dan lakukan perubahan secara bertahap. Dibanding memperlakukan kesalahan sebagai kegagalan, anggaplah hal itu sebagai percobaan. “Percobaan adalah kegagalan yang memang diharapkan untuk secara sengaja mempelajari sesuatu.” – (Scott Berkun). Jangan menghukum diri sendiri untuk kegagalan, sebaliknya terimalah kegagalan, ambil pengetahuan yang baru didapat dan olahlah kembali untuk mencari solusi terbaik. Tetaplah berada di tujuan anda sampai menghasilkan hasil terbaik, namun tetap harus dipahami bahwa mungkin anda akan menabrak batu rintangan di sepanjang jalan.
“Saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak berfungsi.”, -Thomas A. Edison –
4. Melarikan diri – lingkungan kita sangat mempengaruhi apa yang kita rasakan. Semakin santai dan tenang kita secara internal, lebih mudah kita memasuki alam inovatif dalam pikiran kita. Inilah sebabnya mengapa ide-ide kadang-kadang datang kepada kita ketika berada di kamar mandi atau saat kita sendiri. Masing-masing dari kita memiliki pemicu yang berbeda untuk mengakses energi inovatif kita. Banyak pemikir besar pergi keluar berjalan-jalan untuk mencari solusi terhadap permasalahan mereka. Bereksperimenlah dan temukan apa yang bekerja baik untuk anda.
5. Menuliskan ide-ide – Banyak inovator dan orang-orang inovatif membuat jurnal untuk menuliskan ide-ide dan pikiran mereka. Beberapa menyimpan buku sketsa, buku memo, post-it notes, atau kertas kosong. Mereka semua memiliki metode untuk menangkap pikiran mereka, untuk berpikir di atas kertas, mengatasi hambatan mereka dan memulai proses inovatif. Sebagai informasi, catatan Leonardo Da Vinci yang terkenal dibeli oleh Bill Gates seharga $ 30.8 Juta dolar.
6. Carilah Sebuah Pola & Buat Kombinasi – Ide berasal dari ide-ide lain sebelumnya. Tahukah Anda bahwa Edison bukanlah orang pertama yang muncul dengan penemuan bola lampunya? Ia adalah orang pertama yang membangun filamen karbon yang bisa diterapkan di dalam bola kaca, yang membuat lampu lebih tahan lama. Bukalah diri anda selebar-selebarnya terhadap ide-ide baru, cari pola dan lihat bagaimana anda dapat menggabungkan ide-ide tersebut untuk memperbaiki solusi yang ada.
7. Keingintahuan – Banyak inovator hanya sekedar orang- orang yang penasaran ingin tahu, dan ingin memecahkan masalah. Berlatihlah melihat sesuatu dengan cara berbeda. Misalnya, saat melihat solusi untuk sebuah masalah, tanyakan pada diri sendiri, “Apa sajakah cara alternatif untuk melakukan hal ini?”. Ajukan banyak pertanyaan dan tantang norma atau metode yang sudah ada saat ini.
Berikut adalah beberapa teknik yang dapat diterapkan untuk menumbuhkan inovasi:
• Buatlah Jurnal – Berlatih menulis setiap pikiran, ide, dan inspirasi anda. Cobalah brainstorming dan berpikir di atas kertas.
• Memecahkan Masalah yang Berlawanan - Idenya adalah untuk menciptakan dan bertukar pikiran dengan memecahkan masalah yang berlawanan dari yang sedang anda coba untuk pecahkan saat ini. Contoh, jika anda mencoba untuk membuat “Desain laptop terbaik”, maka mulailah dengan ide-ide untuk membuat “Desain laptop terburuk”. Untuk setiap gagasan Anda yang muncul, buat ide sebaliknya. Misalkan, jika “berat dan gemuk” adalah salah satu ide untuk “Desain laptop terburuk”, kemudian baliklah menjadi “ringan dan ramping” yang dapat digunakan dalam “Desain laptop terbaik”.
Teknik ini bekerja dengan baik terutama saat melakukan brainstorming dalam kelompok. Namun mungkin bisa terdengar lucu ketika orang-orang mencoba menjawab. Humor akan membuat hambatan berkurang dan mendorong orang untuk mengatakan sesuatu dengan lantang. Orang-orang akan merasa lebih nyaman dan terbuka.
• Cari Sebuah Lingkungan Inovatif – Cari lingkungan yang santai atau menginspirasi yang memicu kreativitas anda. Cobalah tempat-tempat yang berbeda sampai anda menemukan beberapa tempat dimana anda dapat mengeluarkan usaha terbaik anda. Mungkin ruang tamu rumah anda, taman atau cafe.
• Lakukan Sesuatu yang Menyenangkan – Jika anda menemukan kebuntuan, ubah pikiran anda dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan benar-benar berbeda. Kembali pada aktivitas ketika pikiran telah segar.
• Bermitra – Temukan kemitraan kreatif dengan orang lain. Ide-ide baru bisa muncul sebagai akibat dari dua kekuatan bersatu, yang mungkin tidak akan pernah terjadi jika dilakukan hanya oleh satu orang. Brainstorming-lah bersama-sama.
• Berkomitmen untuk Gagal – Komit pada diri anda untuk mengambil cukup risiko bahwa anda akan gagal selama beberapa waktu. Jika Anda tidak gagal, kita tidak melakukan sesuatu yang cukup sulit atau inovatif.
• Bicaralah dengan Seseorang – Saya telah menemukan bahwa ketika saya mencoba untuk mengungkapkan masalah tertentu kepada seseorang, entah bagaimana saya secara tidak sengaja mengungkapkan juga solusinya. Ketika menjelaskan situasi saya, saya sebetulnya tidak mengharapkan mereka untuk memecahkan masalah saya, melainkan bertindak sebagai ‘papan pantul’ untuk ide-ide.

Kekuatan Sebuah Perencanaan

perencanaan

Bagi kebanyakan orang, hal-hal yang mereka lakukan di tempat kerja tampaknya berjalan secara alamiah dalam pekerjaan mereka tetapi tidak begitu dalam kehidupan pribadi mereka. Terutama ketika berbicara tentang perencanaan. Sama halnya dengan dunia kerja, tentu saja ada kekuatan dalam memiliki perencanaan untuk diri sendiri, entah itu kehidupan, keluarga, kesehatan, hubungan atau hobi anda. Mungkin sebuah perencanaan bagaimana anda terlibat dengan teman, keluarga, tetangga, rekan dalam satu aktivitas? Atau sebuah perencanaan untuk memastikan anda mendapatkan apa yang benar-benar penting dalam hidup anda? Atau sebuah perencanaan yang memastikan anda tetap di jalur dalam mengejar target pribadi anda? Banyak orang yang saya kenal di tempat kerja saya dengan mudah dapat merumuskan perencanaan untuk beberapa proyek atau kumpulan tugas yang kompleks dalam pekerjaan mereka, namun mereka tidak melakukan hal yang sama ketika mereka berpikir tentang hal-hal dalam kehidupan pribadi mereka.

Ada Lebih Banyak Kehidupan Diluar Kerja

Terlepas bagaimana orang-orang bekerja sangat keras, saya ingin menyoroti fakta bahwa hal-hal penting dalam hidup meliputi banyak area di luar pekerjaan anda. Saya sering mendengar orang mengatakan hal-hal seperti pekerjaanlah yang paling penting karena menghabiskan waktu sepertiga dari hidup, sebetulnya pernyataan tersebut terlalu berlebihan! Anggap saja kita menghabiskan rata-rata 40 jam kerja seminggu atau total 12,5 tahun jika kita bekerja selama 50 tahun dalam hidup. Dan jika kita memiliki usia hingga 75 tahun maka itu berarti kita bekerja kurang dari 17% dari total hidup kita, yang berarti juga kita memiliki 50% kehidupan di area lain setelah dikurangi waktu istirahat sebanyak 33%. 50% waktu tersebut adalah terserah anda untuk anda pergunakan secara pribadi maupun bersama keluarga, dan banyak orang justru berpikir waktu tersebut tidak terlalu berharga untuk dibuat perencanaan.

Area-area Untuk Direncanakan

Hidup memiliki begitu banyak area untuk dieksplorasi dan area-area tersebut layak diperlakukan seperti pekerjaan dalam hal pemikiran dan perencanaan. Area-area yang saya maksudkan dimana kita dapat menetapkan tujuan dan perencanaan hidup diantaranya :
• Hubungan
• Spiritual
• Kesehatan
• Emosi
• Keuangan
• Karir
Area anda mungkin berbeda, tapi pastikan anda berpikir gambaran besar ketika membuat rencana hidup anda. Pikirkan tentang segala sesuatu yang anda anggap memiliki nilai dan hal-hal yang tidak ingin anda hidup didalamnya serta pastikan area-area tersebut tercakup dalam rencana anda. Pikirkan tentang apa yang penting jika ini adalah hari terakhir anda hidup di bumi atau jika anda tahu anda hanya punya satu minggu untuk hidup. Apa yang akan anda lakukan? Bersama siapa? Bagaimana anda ingin dikenang? Apakah ini gairah hidup anda dalam kehidupan sekarang atau anda masih mencari tujuan dan gairah dalam hidup?

Tuliskan

Tahukah anda bahwa hanya sekitar 4% dari orang-orang yang menuliskan tujuan mereka dan rencana untuk hidup? Ini benar-benar realita dan menakutkan ketika anda berpikir tentang hal tersebut. Ada begitu banyak orang menjalani hidup tanpa rencana tertulis. Apakah Anda salah satu dari mereka? Tuliskan tujuan anda dan buatlah perencanaan untuk tujuan anda tersebut. Tambahkan komitmen ke dalamnya dan buatlah sesuatu menjadi jauh lebih nyata dari sekedar pemikiran atau ide. Ini akan memberikan substansi yang nyata untuk perencanaan dan menyediakan cara untuk meninjau dan memvisualisasikannya. Kekuatan perencanaan hanya akan mungkin terjadi jika anda tuliskan dan nyatakan.

Apa Yang Ada Dalam Sebuah Perencanaan

Isi dari perencanaan tersebut adalah hal-hal yang ada di pikiran anda. Anda tidak dapat membuat perencanaan tanpa meluangkan waktu untuk berpikir secara hati-hati dan mencoba untuk memahami bagaimana anda ingin hal tersebut berjalan. Hal ini berlaku dalam sehari-hari pekerjaan anda dan juga berlaku untuk kehidupan. Satu-satunya hal yang dapat anda lakukan dengan baik tanpa perencanaan adalah hal-hal yang telah anda lakukan berulang-ulang, dan belajar melakukannya secara alami. Ini mungkin hal yang perlu anda lakukan tetapi bagi kebanyakan orang, tindakan alami bukan hal yang diharapkan untuk dilakukan dalam hidup. Bagi kebanyakan orang, belajar hal-hal baru adalah sebuah tantangan dan kita semua memiliki ide-ide tentang apa yang kita harapkan menjadi lebih baik, melakukan lebih atau melakukannya secara berbeda dalam hidup kita. Hal ini membutuhkan perubahan dan mengulangi apa yang selalu kita lakukan pasti tidak akan menyebabkan perubahan itu. Carilah hal-hal yang penting bagi anda di setiap area di atas. Jangan puas dengan apa yang telah anda miliki, tanyakan pada diri sendiri mengapa hal tersebut penting atau apa yang akan anda dapatkan jika anda mencapainya kelak, untuk menggali alasan sebenarnya di balik setiap item. Anda harus dapat mendapatkan alasan sebenarnya dari semua rencana anda dan mengetahui bahwa mereka cocok masuk ke dalam tujuan hidup anda. Jika anda tidak tahu apa itu, maka jelas anda perlu perencanaan yang lebih. Banyak orang merasa frustrasi ketika berhadapan pertanyaan tentang tujuan. Carilah hal-hal yang mempengaruhi orang lain dan bagaimana orang lain mempengaruhi anda, itu adalah tempat yang mudah untuk memulai.

Berilah Ruang Untuk Perubahan Rencana Anda

Perencanaan jauh lebih mudah jika anda meninggalkan beberapa ruang untuk tumbuh dan mengubahnya. Tidak mungkin bahwa satu perencanaan tidak mengalami perubahan selama bertahun-tahun, dan anda perlu menyesuaikan perencanaan anda ketika anda belajar lebih banyak tentang apa yang penting bagi anda. Jika dan bagaimana terjadi perubahan terhadap tujuan anda, maka anda juga harus meninjau kembali perencanaan anda. Tidak ada yang salah dengan mengubah perencanaan anda seiring perubahan dalam kehidupan. Semakin sering anda melihat perencanaan dan mengubahnya semakin mudah anda dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru dan memastikan anda tetap berada di jalur yang seharusnya. Juga, meninjau kembali perencanaan memungkinkan anda menghindari rasa puas diri saat anda mencapai hal-hal yang sudah ditargetkan. Janganlah stagnan, teruslah dorong diri anda dan pastikan anda menambahkan hal-hal baru pada perencanaan anda .
Harapan saya adalah orang-orang, khususnya yang membaca artikel ini, dapat menuliskan tujuan-tujuan mereka dan membuat perencanaan untuk hidup mereka. Hal ini akan membawa kebahagiaan bagi banyak orang dan saya tahu kekuatan apa yang bisa dicapai jika ini benar-benar terjadi. Saya tahu bahwa saya tidak akan bisa meminta setiap orang mengambil tantangan ini, namun orang-orang yang saya kenal yang mengambil tantangan ini telah memperlihatkan hasil yang luar biasa dan sekarang memahami kekuatan sebuah perencanaan.